logocapil4

Mobilitas penduduk selama ini belum memperoleh perhatian dari pemerintah. Padahal mobilitas penduduk mempunyai peran yang sangat signifikan dalam mempengaruhi laju pertumbuhan dan struktur penduduk di suatu wilayah.Selain itu mobilitas penduduk juga mempunyai peran terhadap pengembangan wilayah, pembangunan sosial ekonomi dan budaya di wilayah yang bersangkutan. Di Indonesia ketika laju pertumbuhan penduduk alamiah sudah bisa diturunkan dengan pengendalian kelahiran dan kematian, mobilitas penduduk mulai memperoleh perhatian.Hal ini erat kaitannya dengan

berbagai masalah yang akhir-akhir ini terjadi seperti terorisme, konflik sosial, konflik antar suku yang semua disebabkan oleh mobilitas penduduk yang semakin meningkat.

Mobilitas penduduk ada dua atipe yaitu mobilitas permanen atau yang disebut dengan migrasi dan mobilitas non permanen. Mobilitas penduduk permanen di Indonesia sudah banyak diteliti dan dianalisis oleh berbagai ahli kependudukan, sedangkan penelitian mobilitas non permanen secara makro belum banyak dilakukan karena keterbatasan data yang ada. Kedua tipe ini berpengaruh positif maupun negatif di daerah asal maupun di daerah tujuan. Oleh sebab itu pengarahan mobilitas perlu dilakukan agar persebaran penduduk sesuai dengan daya dukung maupun daya tampung lingkungan baik fisik maupun sosial.

  1. Mobilitas Permanen (Migrasi)

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Atau dengan kata lain, migrasi diartikan perpindahan permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.Migrasi dipengaruhi oleh daya dorong (push factor) suatu wilayah dan daya tarik (pull factor) wilayah lainnya. Daya dorong menyebabkan orang pergi ke tempat lain, misalnya karena di daerah itu tidak tersedia sumber daya yang memadai untuk memberikan jaminan kehidupan, yang biasanya tidak terlepas dari kemiskinan dan pengangguran. Sedangkan daya tarik wilayah meliputi peluang ekonomi, perbedaan upah maupun fasilitas pelayanan publik, yang menarik seseorang untuk memutuskan pindah ke wilayah tersebut. Selain daya dorong dan daya tarik terdapat pula faktor antara yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk pindah ke tepat lain, misalnya kebijakan pemerintah, kondisi sosial politik dan lain sebagainya. Todaro, mengatakan bahwa migrasi lebih banyak disebabkan oleh faktor ekonomi.

  1. Migrasi Masuk dan Migrasi Keluar

Migrasi penduduk keluar Kota Surakarta (pindah) sesuai hasil pendaftaran penduduk pindah tahun 2012 adalah 14.172 orang yang terdiri dari 12.990 orang (90,88 persen) pindah antar kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan 592 orang (9,12 persen) pindah ke luar Provinsi Jawa Tengah. Penduduk yang datang selama tahun 2012 adalah 5.867 orang, terdiri dari datang dari antar kabupaten dalam Provinsi Jawa Tenhgah sebanyak 4.735 orang (80,71 persen) dan dari luar Provinsi Jawa Tengah sebanyak 1.132 orang (19,29 persen). Keadaan penduduk pindah dapat dilihat pada Tabel 34.

Tabel 34. Migrasi Penduduk Masuk dan Keluar Menurut Kecamatan Kota Surakarta Tahun 2012  
                         
Jenis migrasi Pindah Datang  
L P L+P L P L+P  
n % n % n % n % n % n %  
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)  
Antar kabupaten/kota 5.898 90,88 7.092 92,32 12.990 91,66 2.166 78,59 2.569 82,56 4.735 80,71  
Antar provinsi 592 9,12 590 7,68 1.182 8,34 590 21,41 542 17,44 1.132 19,29  
Jumlah 6.490 100,00 7.682 100,00 14.172 100,00 2.756 100,00 3.111 100,00 5.867 100,00  

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta,Tahun 2012,diolah

 

 

 

 

Read bokies review by artbetting.net
The Betst Bokies Romenia Bonus bet365 here.
Download Full Premium themes
Склад за дървен материал - Прочети тук.