Dispendukcapil Surakarta

Berita Terkini

Administrator2

Administrator2

14 June 2019 In Berita 0 comment

SEHARI  LAYAT EMPAT WARGA JOGLO

 

Dalam sehari Lurah Joglo Hariyo Seno, melayat (ta'jiah) Empat Warga Joglo yang meninggal dunia karena sakit, serta menyerahkan Akte Kematian KK KTP kepada Ahli Waris dalam Program Besuk Kiamat Dispendukcapil Kota Surakarta, Kamis 12-06-2019.Adapun warga Joglo kecamatan Banjarsari yang meninggal dunia pada hari Kamis, 12-06-2019, antara lain.Almarhum Suwarno, usia 61 tahun, warga RT 05 RW VIl, dimakamkan jam 11.00.wib. di Astana Bonoloyo.Almarhum Sumanto usia 59 tahun, Warga Ngadisono RT 02 RW ll di makamkan jam 13.00.wib di Astana Ponpes Alinshof Plesungan Karanganyar.Almarhum Udi Utarno, usia 73 tahun, warga sumber nayu RT 02 RW Vll, di makamkan di Astana Bonoloyo.Almarhum Harjono, usia 65 tahun, warga Tegalharjo RT 03 RW Xl, di makamkan di Astana Pamijen Brayat Harjo Suwuto Karang Duwet Klaten.Demikian Lurah Joglo Hariyo Seno SH MH mengabarkan dalam pressreleasenya

20 February 2019 In Berita 0 comment

SAPUKUWAT HARI PERTAMA LAYANI 21  AKTA KELAHIRAN

Pemerintah Kota Surakarta Meluncurkan Program Pelayanan Akta Kelahiran yang terintegrasi bernama SAPUKUWAT (Satu Paket Urusan Kependudukan Warga Terpenuhi).  Program Ini Kerja Sama Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kota Surakarta, BPJS, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo SP, Dinas Arpusda, Kelurahan, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Pada Minggu (17/02), bertempat di Stadion Sriwedari, saat  memperingari Hari Jadi Kota Solo yang genap berusia 274. Program SAPUKUWAT ini bertujuan untuk memberi kemudahan pelayanan akta kelahiran .

Dalam Program ini bagi yang Bayi lahir baru, telah terintegrasi  Antara Dispendukcapil  Kota Surakarta, Fasiltas Layanan Kesehatan (Fasyankes), Kelurahan dan BPJS. Untuk Kelurahan bisa melayani akta untuk semua penduduk Surakarta. Dengan sekali urus, penduduk mendapatkan satu paket dokumen yang terdiri dari:
1.Akta Kelahiran
2.Kartu Identitas Anak (KIA) khusus anak dibawah 17 Tahun.
3.KK Tambah Jiwa khusus bayi baru lahir
4.E-Id BPJS bagi Peserta JKN PBI (jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran) Baik yang ditanggung APBD maupun APBN,  khusus yang bayi lahir.
5.Buku Bolo Kuncoro (Bocah Solo Tekun Moco Aksoro),  khusus bayi lahir
6.Kartu Ucapan Selamat Atas Kelahiran dari Walikota Surakarta,  khusus bayi lahir.

Pada Hari Pertama Senin (19/2) Sapukuwat telah melayani 21 Akta kelahiran, baik dititik layanan Kelurahan maupun Fasyankes. Kepala Seksi Kelahiran  Dispendukcapil Kota Surakarta Andi Herwanto  menjelaskan dari 21 Akta tersebut sudah bisa diselesaikan semua. Kelurahan yang sudah  ada pendaftaran Sapukuwat diantaranya Kemlayan, Sondakan,  Gilingan, Karangasem, Penumping, Sangkrah, Gajahan, Joyontakan, Gandekan, dan Mangkubumen. Untuk Fasyankes dari RSUD Kota Surakarta, RS Brayat Minulya, Puskesmas Pajang,dan Puskesmas Sibela.

“Bahkan masing-masing titik layanan ada  beberapa yang dihari pertama dua pendaftaran Sapukuwat. Program ini sangat memudahkan masyarakat karena hanya cukup datang Di Kelurahan atau  Fasyankes, akta kelahiran bisa  didapatkan, bahkan untuk bayi yang baru lahir dapat  paket 6 ini 1. Prosesnya Pihak Kelurahan/ Fasyankes  akan mengentry dan upload persyaratan di Aplikasi online, Dispendukcapil  mencetak dokumen. Selanjutnya  Pemohon mengambil di Kelurahan/Fasyankes.” Kata Andi Herwanto.

18 February 2019 In Berita 0 comment

APA ITU PROGRAM SAPUKUWAT?


Pemerintah Kota Surakarta Meluncurkan Program Pelayanan Akta Kelahiran yang terintegrasi bernama SAPUKUWAT (Satu Paket Urusan Kependudukan Warga Terpenuhi).  Program Ini Kerja Sama Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kota Surakarta, BPJS, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo SP, Dinas Arpusda, Kelurahan, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Pada Minggu (17/02), bertempat di Stadion Sriwedari, saat  memperingari Hari Jadi Kota Solo yang genap berusia 274. Pada peringatan tahun ini, pemerintah kota mengambil tema "Wasis Wargane Raharja Kuthane."Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan "Wasis Wargane Raharja Kuthane berarti menjadi pengingat warga Solo mempunyai budi luhur sehingga dapat mewujudkan Kota Solo sebagai kota yang berbudaya, mandiri, maju, dan sejahtera seperti visi misi Kota Solo yaitu 3WMP (Waras, Wasis, Wareg, Mapan dan Papan).
Program SAPUKUWAT ini bertujuan untuk memberi kemudahan pelayanan akta kelahiran . Dalam Program ini bagi yang Bayi lahir baru, telah terintegrasi  Antara Dispendukcapil  Kota Surakarta, Fasiltas Layanan Kesehatan, Kelurahan dan BPJS. Dengan sekali urus, penduduk mendapatkan satu paket dokumen yang terdiri dari:
1.Akta Kelahiran
2.Kartu Identitas Anak (KIA) khusus anak dibawah 17 Tahun.
3.KK Tambah Jiwa khusus bayi baru lahir
4.E-Id BPJS bagi Peserta JKN PBI (jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran) Baik yang ditanggung APBD maupun APBN,  khusus yang bayi lahir.
5.Buku Bolo Kuncoro (Bocah Solo Tekun Moco Aksoro),  khusus bayi lahir
6.Kartu Ucapan Selamat Atas Kelahiran dari Walikota Surakarta,  khusus bayi lahir


Program Ini Hasil Kerjasama Lintas Instansi yang melibatkan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, BPJS, Dinas Kesehatan, , Rumah Sakit, Rumah Bersalin, dan Kelurahan.

PERMASALAHAN
1.Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan (Pasal 5 UUPA).
2.Akta kelahiran merupakan dokumen dasar yang wajib dimiliki setiap penduduk sebagai alat bukti autentik untuk mendapatkan pengakuan atas status sipil sebagai warga negara.
3.Belum optiomalnya kepedulian masyarakat akan pentingnya akta kelahiran sehingga hanya dilaporkan di kelurahan/ Faslyankes saja, tidak sampai diurus akta kelahirannya ke disdukcapil. Ketika saat membutuhkan baru mengurus akta kelahiran dengan tergesa- gesa.
4.Belum optiomalnya kepedulian masyarakat tentang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)
5.Belum optiomalnya kepedulian terhadap Identitas Anak
6.Belum optiomalnya kepedulian orang tua terhadap perubahan keluarga
7.Belum optiomalnya Budaya Baca orang tua dan pengenalan budaya lokal kepada anak usia dini

Maksud:
Memberikan pelayanan AKTA KELAHIRAN dan Khusus Bayi yang baru lahir paket dengan e-ID JKN PBI APBD KOTA SURAKARTA/APBD Provinsi/ APBN KELAS III, KIA, KK,Kartu Ucapan Selamat Atas Kelahiran dari Walikota Surakarta dan BUKU BOLO KUNCORO dengan cara mudah, cepat, tidak berbelit-belit dan gratis.

Tujuan
SETIAP bayi lahir mendapatkan Akta Kelahiran, sehingga data angka kelahiran di kota Surakarta dapat diketahui secara pasti.
SETIAP bayi lahir mendapatkan e-ID JKN PBI APBD Kota Surakarta/APBD Provinsi/APBN Kelas III
SETIAP bayi lahir mendapatkan Kartu Identitas Anak
SETIAP bayi lahir tercatat dalam Kartu Keluarga
SETIAP bayi lahir, orang tua mendapat Buku Bolo Kuncoro
SETIAP Kartu Ucapan Selamat Atas Kelahiran dari Walikota Surakarta

Manfaat
1.Penduduk mendapatkan hak sipil dan pengakuan sebagai Warga Negara Indonesia
2.Penduduk mendapatkan NIK.
3.Penduduk mendapatkan dokumen untuk pengurusan pelayanan publik, seperti: paspor dan asuransi kesehatan mandiri dll.
4.Penyederhanaan prosedur dan efisiensi biaya.
5.Mendapatkan pelayanan kesehatan gratis kelas III bagi bayi yang ibunya masuk dalam JKN PBI APBD KOTA SURAKARTA/APBD Provinsi/ APBN.

Persyaratan Pelayanan Di Kelurahan dan Fasilitas Layanan Kesehatan
1.Surat Kelahiran dari Dokter/ Bidan/ Penolong Kelahiran / Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
2.Fotokopi Surat Nikah/ Akta Perkawinan orang tua dengan menunjukkan dokumen aslinya / Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
3.Fotokopi KTP-el dan KK orang tua (pemohon) dengan menunjukkan dokumen aslinya ;
4.Fotokopi KTP-el 2 (dua) orang saksi
5.Surat Pengantar RT – RW untuk tambah jiwa
6.Dokumen dibawa ke Kelurahan atau khusus akta kelahiran bagi  bayi yang baru lahir bisa Fasyankes Di Kota Surakarta yang bekerjasama.


MEKANISME DI KELURAHAN
1.Penduduk melaporkan peristiwa kelahiran dengan membawa berkas persyaratan ke Kelurahan, Petugas Kelurahan menerima dan meneliti berkas akta kelahiran, mengalih media (scanning) berkas, menerbitkan surat keterangan kelahiran (F.2-01) dan Formulir Isian Biodata Penduduk (F.1-01), mengunggah berkas dan sekaligus melaporkan pencatatan kelahiran secara on line lewat aplikasi SIAK ke Dispendukcapil.
2.Petugas Dinas menerima, meneliti, dan memverifikasi berkas yang diunggah dari kelurahan kemudian mencetak akta kelahiran/KK tambah jiwa/KIA/  Kartu Ucapan Selamat Kelahiran dari Walikota/E-Id BPJS bagi Peserta JKN PBI (jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran) Baik yang ditanggung APBD maupun APBN.
3.Petugas kelurahan mengambil akta kelahiran/ KK tambah jiwa,/KIA / Kartu Ucapan Selamat/e-ID JKN PBI / Buku Bolokucoro di kantor Disdukcapil dan menukar dengan persyaratan pemohon.
4.Penduduk Mengambil dokumen di kelurahan.
5.Untuk Bayi lahir produk sudah jadi sebelum pasien pulang dari Fasyankes ( Jika Proses SAPUKUWAT dalam kondisi normal, Bayi lahir langsung diupload dengan syarat lengkap dan dihari kerja)

MEKANISME DI FASILITAS LAYANAN KESEHATAN:


1.Penduduk melaporkan peristiwa kelahiran dengan membawa berkas persyaratan ke Fasiltas Pelayanan Kesehatan ( Rumah Sakit/Puskesmas/Poliklinik yang bekerja sama) pada saat Bayi Lahir, Petugas Fasyankes menerima dan meneliti berkas akta kelahiran, mengalih media (scanning) berkas, mengunggah berkas dan sekaligus melaporkan pencatatan kelahiran secara on line lewat aplikasi SIAK ke Dispendukcapil.
2.Petugas Dinas menerima, meneliti, dan memverifikasi secara elektronik berkas yang diunggah dari Fasyankes kemudian mencetak akta kelahiran, KK tambah jiwa, KIA dan Kartu Ucapan Selamat Kelahiran dari Walikota , dan E-Id BPJS bagi Peserta JKN PBI (jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran) Baik yang ditanggung APBD maupun APBN.
3.Petugas Fasyankes mengambil kutipan akta kelahiran, KK tambah jiwa, KIA dan Kartu Ucapan Selamat di Disdukcapil E-Id BPJS bagi Peserta JKN PBI (jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran) Baik yang ditanggung APBD maupun APBN serta Buku Bolo Kuncoro (Bocah Solo Tekun Moco Aksoro) dan menukar dengan persyaratan pemohon.
4.Penduduk Mengambil dokumen ke Fasyankes.
6.Produk sudah Diterima pemohon, sebelum pasien pulang dari Fasyankes ( Jika Proses SAPUKUWAT dalam kondisi normal, Bayi lahir langsung diupload dengan syarat lengkap dan dihari kerja).

 

 

 

 

23 January 2019 In Berita 0 comment

Nomor Induk Siswa Nasional Diganti NIK

JAKARTA, KRJOGJA.com - Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan nanti nomor induk siswa Nasional  (NIS) diganti dengan nomor induk kependudukan  (NIK).

"Jadi hari ini saya ketamuan Dirjen dukcapil untuk menindaklanjuti Mou kesepatan antara Kemendagri dan Kemendikbud, yang sebelumnya sudah saya tandatangani dengan pak Cahyo, kemudian dilanjutkan Sekjen dengan Dirjen Dukcapil. Hari ini kita memastikan bahwa Mou itu jalan di lapangan. Dan yang paling penting, nanti itu seluruh siswa itu tidak lagi memakai Nomor induk siswa Nasional (NISN ) cukup dengan Nomor induk Kependudukan (NIK)," kata  Mendikbud usai bertemu Dirjen Dukcapil Kemdagri Arif Zudan Fakrulloh di Kemdikbud Jakarta, Selasa (21/11 2019).

Menurut Mendikbud hal ini sebagai bentuk integrasi antara dapodik dan data kependudukan dan pencatatan sipil. Karena itu, bermanfaat dalam sistem zonasi dalam PPDB nanti.

"Nanti kita harapkan dengan dukungan dari kemendagri itu, justru sekolah lah bersama-sama dengan aparat desa kelurahan yang mendata anak tersebut masuk sekolah mana, terutama untuk masuk sekolah negeri," jelasnya.

Menurut Mendikbud, pihaknya juga akan membentuk tim pendamping untuk PPDB. Akan ada sinergi dengan Kemendagri sampai ke daerah. "MoU Kemendikbud dengan Kemendagri sudah berjalan. Jadi tinggal implementasi saja. Saya sengaja mengundang pak Dirjen Dukcapil untuk bertemu dengan tim untuk memastikan ini jalan di lapangan," tandasnya.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dengan Mou ini biar PPDB lebih lancar. "Saya mendukung penuh kebijakan Mendikbud, Pak Mendagri juga sepenuhnya akan mengikuti sistem yang dibangun oleh Kemendikbud dengan berbasis data kependudukan, termasuk apa yang ingin diselesaikan pak Presiden dan Mendikbud untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun."


"Strateginya begini, semua siswa NISN nya akan diganti dengan NIK sehingga dengan NIK itu ketika diketik namanya di database kependudukan, akan ketahuan dia sekolah dimana, kelas berapa, kalau nanti dia putus sekolah di kelas lima, Mendikbud  akan memerintahkan dinas para dirjen dan pak mendagri akan memerintah pemda untuk mengurus beasiswanya." (Ati)

Sumber:

https://krjogja.com/web/news/read/89445/Nomor_Induk_Siswa_Nasional_Diganti_NIK

Page 1 of 6

kemendagri

gis-dukcapil

dispermadesdukcapil

You are here: Beranda Berita Administrator2